|
Langkah mudah menjalankan Balanced Scorecard.
Memimpin sebuah perusahaan dapat diibaratkan seperti mengikuti lomba reli mobil Paris – Dakkar. Pengendara memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar dapat memimpin dan menyalip mobil lainnya ( jika ketinggalan ), namun juga harus mengerti kondisi mobilnya agar bisa sampai ke tujuan. Karenanya diperlukan meteran / instrument yang pas, agar si supir bisa memantau kondisi mobilnya. Kalau lagi kepingin ngebut, namun tiba-tiba bensin habis [ karena nggak ada meteran tangki bensin ], khan bisa kacau. Mobil langsung mogok, dan sialnya bisa-bisa tidak pernah sampai ke tujuan.
Nah, di dunia bisnis, meteran-meteran ini disebut sebagai : Balanced Scorecard. System manajemen ini dapat membantu usaha anda dalam : Meluruskan aktivitas bisnis anda [saat ini ] dengan visi / misi perusahaan [ yang diidam-idamkan ]. Tanpa Balanced Scorecard, bisa-bisa aktivitas bisnis anda melenceng dari tujuan semula. Meningkatkan komunikasi internal dan external [ factor ini yang paling sering menghambat kemajuan perusahaan ] Memonitor dan membandingkan performance perusahaan saat ini terhadap tujuan perusahan
Mengapa diperlukan Balanced Score Card ?
Dulunya orang beranggapan bahwa FINANCIAL MEASUREMENT [ EVA, revenue growth, costs, profit margins, cash flow, net operating income dlll ] adalah hal yang terpenting dalam bisnis. Namun oleh penemunya, Drs. Robert Kaplan (Harvard Business School) dan David Norton, ada beberapa faktor lain yang juga perlu diukur [Gb 1] untuk mem”balance” FINANCIAL MEASUREMENT, agar mampu mencapai VISI dan STRATEGY, yakni :
Customer perspective [Delivery Performance to Customer - by Date, Delivery Performance to Customer - by Quality, Customer satisfaction rate, Customer retention ];
Internal process perspective [ Number of Activities, Opportunity Success Rate, Accident Ratios, Overall Equipment Effectiveness ] ; dan
Learning and growth perspective [ Investment Rate, Illness rate, Internal Promotions, Employee Turnover, Gender/Racial Ratios ]
Langkah-langkah melaksanakan Balanced Scorecard [ Gb 2] :
1.Tentukan OBJECTIVES yang ingin dicapai, misalnya : volume, kualitas produk, biaya dll. Tentunya tujuan ini juga harus diselaraskan dengan visi /misi perusahaan. Sudahkan anda mempunyai serta menyebarkan visi / misi ini ke bawahan anda ?
2.Carilah aktifitas / kegiatan bisnis yang dapat dilakukan untuk mencapai OBJECTIVES diatas. “ Are our activities on the right track ?”
3.Buat pengukuran / MEASUREMENT atas kegiatan no 2, dan jawablah pertanyaan ini : “Are we measuring the right things ?". Sesuatu yang bisa diukur, tentunya bisa dikerjakan. Jika anda tidak bisa mengukur performance dari suatu hasil, bagaimana anda bisa menentukan sukses/tidaknya sebuah aktifititas ?
4.Tentukan TARGET pengukuran. Tugaskan manager anda untuk melakukan hal ini.
5.Buat langkah koreksi yang sesuai jika terjadi penyimpangan
6.Periksa kembali langkah-langkah diatas secara teratur. Bandingkan performance saat ini dengan TARGET yang ingin dicapai.
Catatan penulis: ada banyak software balanced scorecard yang bisa di-download dari Internet dan dapat membantu bisnis anda. Contoh aplikasi Balanced Scorecard dalam perusahaan [ Gb 3 ] :
Pernahkah anda mendengar nama ini : Southwest Airlines [ konon perusahaan ini menginspirasi banyak no frills airlines lainnya]. Strategi tiket murahnya berhasil berjaya di dunia penerbangan Amerika. Rahasia kesuksesan mereka adalah : selama penerbangan tidak disediakan makanan lengkap, hanya ada kacang dan makanan kecil, penerbangan tepat waktu, layanan yang memuaskan dan mengoperasikan hanya satu jenis pesawat, yakni Boeing 737 [445 pesawat].
Terlihat bahwa kunci sukses dari Southwest Airlines adalah pada 1. Learning and Growth Objective-nya adalah “Ground Crew Alignment”. Tujuan ini dicapai antara lain melalui training karyawan dan penerapan program ESOP (employee stock ownership program). Untuk training karyawan, terlihat pada gambar 3, target Southwest Airlines adalah : seluruh crew sudah harus dilatih dalam jangka waktu 5 tahun. 2. Internal Process.
Objectivenya adalah “Fast Ground Turnaround”, yang dilakukan melalui program On Ground Time dan On-time departure. Konon, agar mencapai target “On Ground Time” selama 30 menit, Southwest Airlines mengirimkan karyawannya untuk belajar kepada tim balap Formula 1 dalam melakukan proses Pit-Stop. Keberhasilan strategic objective Gound Crew Commitment mendorong “Fast Ground Turnaround” serta mendukung strategic objective “Fewer Planes”, “Flight is On Time” dan “Lowest Price”, yang pada akhirnya berujung pada peningkatan shareholder value dan profitabilitas finansial perusahaan [Gb 4]
Mengapa tidak mencobanya ?
Materi ini disarikan oleh Daniel (
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
). Pengamat bisnis dan pengajar di Monash Uni serta beberapa program S-2 di Jakarta .Nantikan langkah bisnis praktik selanjutnya.
|