Apakah anda adalah pemilik bisnis, calon Direksi BUMN, Manajer yang menginginkan teman sebagai partner "think tank" ? Butuh business observer yang berani mengkritisi kebijakan Board of Directors di RUPS ? Ingin adanya facilitator yang bisa mengadakan alignment dalam kick-off meeting ? Perlu teman bicara dalam merubah perilaku orang di organisasi ?

Call us :  0819-0830-9519

Konsultasi Interaktif

User Login



Statistic

Content View Hits : 7109
Strategi Bisnis | BusinessBuddy Int'l | Konsultasi Bisnis Pemasaran
Breaking News

Wahai pemilik bisnis

Apa yang anda cari : sukses ATAU bahagia ?

 

Bisnis Bob Sadino Mulai Meredup.  Diam-diam, entrepreneur kondang Bob Sadino melepas sebagian bisnisnya…karena usia mulai senja dan keinginan untuk hidup tenang dan bahagia. Apakah hidup damai, bahagia dan berkecukupan menjadi idaman anda? 

 

Bagi orang muda, sukses adalah tujuan. Sukses adalah pencapaian prestasi yang berbasis materi. Uang adalah tujuan utama. Tak heran mereka mati-matian work hard, namun lupa untuk work smart.

Sedangkan bagi orang yang sudah kenyang pengalaman, sukses memang baik. Tetapi lebih penting lagi adalah kebahagian dan hidup yang sehat. Kebahagiaan adalah pencapaian hidup berbasis kedamaian hati.

 

Banyak klien kami yang sudah sukses, punya segalanya namun masih harus dipusingkan dengan persoalan kantor yang tiada habisnya.  Bukan itu saja, bahkan anak mereka sendiri, yang disekolahkan jauh-jauh ke Australia atau Amerika, setelah lulus malah tidak mau kembali membantu bisnis keluarganya. ”Ah, bisnis mama dan papa kuno,” kata mereka menjauh. Ada pula yang dengan sinis berkata: ” Ini khan bisnis encek-encek”. Mereka lupa bahwa kelulusan mereka dihasilkan dari bisnis mom & pop ini.

 

Lalu apa yang anda harus lakukan jika sudah berniat hidup tenang, damai dan bahagia? Apa yang sebaiknya ditempuh agar ANAK anda mau balik dan membantu bisnis anda? Apa yang bisa dilakukan agar anda bisa lebih sering jalan-jalan keluar negeri, namun tetap menghasilkan uang?

 

Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan:

  1. Men-transformasi bisnis anda menjadi AUTOPILOT BUSINESS, yakni bisnis yang bisa berjalan tanpa anda harus hadir. Disini penggunaan SYSTEM dan SCORECARD adalah suatu keharusan agar bisnis "mom & pop" dapat menjelma menajdi manajemen modern.
  2. Mulai mengoptimalkan  waktu - dalam arti - bekerja sedikit namun hasilnya banyak. Cara ini bisa dicapai dengan cara berinvestasi di reksadana. Pengalaman kami dalam 11 tahun terakhir, reksadana tertentu ( hanya 2 dari ratusan ) mampu memberikan return rata-rata 34 % per tahun DAN TANPA SAKIT KEPALA. Anda bisa mendapatkan hasil dari ”nebeng” kemampuan perusahaan besar ( Astra-Mandiri-Telkom dll ) yang jago menghasilkan uang. Work smart , jangan lagi work hard!
  3. Mempersiapkan pengganti anda - bisa saja ANAK atau orang kepercayaan – untuk dilatih menjadi CEO handal. Program yang disebut sebagai mini MBA ini bertujuan mempersiapkan penerus bisnis dengan ilmu MBA terapan. Metodanya adalah executive coaching, sehingga pengganti anda menguasai ilmu manajemen modern tanpa meninggalkan kultur perusahaan.

 

Bilamana anda mengalami kesulitan mengeksekusi konsep "3 IN 1" ini, temukan bantuannya di BusinessBuddy. Kami dengan senang hati akan membantu anda untuk mentransformasi bisnis, memberi anda aktifitas yang produktif dan melatih pengganti anda.

Silahkan SMS pesan ini: Business Buddy ke 0819-0830-9519. Kami akan menghubungi bapak/ibu dengan bantuan tanpa biaya.

 

Mentoring  oleh : Mr  Daniel

Corporate Advisor, Pengajar Program PascaSarjana di London School S-2, Pengajar Entrepreneurship di Uni of Western Australia dan Partner dari swa.co.id  (klik: http://swa.co.id/2010/02/11367/ )

Berpengalaman berinvestasi di Reksadana sejak 11 tahun yang lalu, berhasil membiakkan dana dari x juta menjadi xxxx juta. Sekarang menjadi nasabah di 5 bank Prioritas yakni: Mandiri, HSBC, Standard Chartered, UOB-Buana dan menyusul DBS. FYI: menurut penelitian Schroder, berinvestasi di reksadana 'yang tepat" dalam kurun waktu 10 tahun ternyata menghasilkan ROI (Return On Investment) = 18 kali. Adakah saham atau BISNIS anda bisa menghasilkan ROI sebesar itu?

 

Perusahaan yang sudah menjadi klien kami antara lain :

Kursus bahasa Inggris terbesar di Jakarta, Produsen software akuntansi terbesar di Jakarta, Maskapai penerbangan terbesar di tanah air, Produsen minyak terbesar di Riau dan yang lainnya

 

Contoh sebagian  presentasi dan hasil riset  bisa di-download secara gratis di: (klik link dibawah ini: http://cid-62919b64d3d42eb9.office.live.com/self.aspx/.Public/Annual%20Gathering.pdf )

 
Reksadana Coaching
Banyak yang khawatir bermain di reksadana karena mendengar berita negative seperti: rugi besar, kalah banyak dsb. Padahal jika dilakukan dengan benar  reksadana bisa menjadi tambang uang yang menggiurkan.

Masalahnya : siapa yang mau dengan sepenuh hati membimbing pemula agar tidak kejeblos selama berinvestasi di reksadana ?

 

Mengandalkan customer service di bank tidaklah cukup, karena kebanyakan dari mereka cuma belajar teori saja dan jarang yang sudah mencobanya sendiri.

 

Saat ini sudah tersedia solusinya: Reksadana Coaching – yang membantu siapa saja yang tertarik berinvestasi di reksadana .

 

Berbekal pengalaman sejak tahun 2000, telah mengarungi susah senangnya berinvestasi di reksadana , dan telah menolong puluhan ibu rumah tangga , pensiunan, mahasiswa , pegawai dst dalam berinvestasi di reksadana, pengalaman dan kemampuan coach kami sudah tidak diragukan lagi. Coach kami telah membuktikan mampu membiakkan dana dari 3,8 juta menjadi milyard ( bukti tersedia )

 

Perusahaan juga bisa mendapatkan keuntungan dari pelatihan ini agar seluruh pegawainya bisa mendapatkan pendapatan tambahan tanpa perlu mengganggu aktifitas kerja . Dengan pengumpulan dana secara kolektif, cara ini juga bisa membantu meningkatkan loyalitas karyawan.

 

Jika anda ingin mendapatkan FINANCIAL FREEDOM di reksadana , hubungi kami di :

0819-0830-9519 untuk free consultation.

Biaya Coaching : dibayarkan setelah berhasil ( dalam 6 bulan ) .

 

Coach kami adalah dosen dan peneliti yang memang mempunyai dasar ilmu yang lebih dari cukup di bidang investasi dan dibarengi pengalaman berinvestasi langsung. Mereka tahu produk-produk apa saja yang terbaik dan yang perlu dihindari

 

 
Strategi Menghadapi Produk Murah Akibat ACFTA
Semua ini berawal dari 4 Nov 2002, saat Indonesia  menandatangani Asean-China Free Trade Area (ACFTA). Januari ini, 83% dari 8738 produk impor China akan bebas masuk ke pasar Indonesia tanpa dikenai BM. Padahal China sudah menjadi raksasa ekonomi dunia (peringkat ke 3 dibelakang USA dan Jepang).   Ekonomi China berkembang 10 kalilipat dalam 30 tahun terakhir melibas Jerman.
 
When EAST meets WEST

When EAST meets WEST

Mempertajam Strategi Sun Tzu dengan strategi Blue Ocean

 

Halo pebisnis Indonesia , bagaimana kabar bisnis anda tahun lalu ? Bagi sementara pebisnis, tahun yang lalu adalah tahun yang kelam dan memprihatinkan. Mengapa ? Karena banyak diantara mereka yang mengalami penurunan penjualan bahkan merugi. Namun banyak juga pebisnis yang mengalami keuntungan yang signifikan sehingga menggemukkan pundi-pundi keuangan mereka. Mengapa dua hal yang bertolak belakang ini dapat terjadi ?

 

 
Risk Management During Difficult Times

With the worse from the global crisis most likely still to come, companies need to review their risk management to make sure it reflects the new business reality.

The recent 20% decline in exports in December from a year earlier coupled with the dismissal of over 250,000 workers as of the end of January due to the weakening of demand from overseas serve us as a strong reminder that the worst of the global crisis may be yet to come to Indonesia.

 

 
Dampak Krisis Ekonomi

Menurut Dr. Jagdish N. Sheth dalam bukunya “The Self-Destructive Habits of Good Companies”, salah satu kebiasaan yang merusak dari perusahaan yang baik adalah : rabun jauh persaingan ( hanya melihat faktor kompetisi saja dan mengabaikan faktor lainnya ). Padahal menurut konsep Ice Berg Strategy ( lihat Appendix ), kompetisi ( sebagai faktor : Contestant ) hanyalah merupakan salah satu faktor dari faktor 6C2 lainnya. Faktor lainnya yang mempengaruhi profitabilitas (earnings ) dan value perusahaan dalam kondisi krisis ini adalah faktor perubahan ekonomi ( Change ).

 
Pengaruh Stimulus Fiskal terhadap Profitabilitas Perusahaan

Akhir-akhir ini masyarakat sering mendengar ungkapan stimulus fiskal , baik dari televise, radio suratkabar maupun majalah. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan stimulus fiskal ini ? Bagaimana pengaruhnya terhadap profitabilitas perusahaan anda ?

 
Kiat Sukses di Masa Krisis

Dalam kondisi normal, agar bisnisnya bisa sukses, umumnya para CEO menggunakan strategi bisnis kontemporer, mulai dari yang diakui sebagai ”mbah”nya strategy ( Sun-Tzu), sampai yang terbaru, Blue-Ocean Strategy (Prof Kim).

 
Habis Gelap.. (semoga) Terbitlah Terang

Habis gelap.............. (semoga) terbitlah terang.

Tidak ada satu perusahaanpun yang berencana untuk gagal, namun nyatanya banyak juga yang terpuruk. Bahkan perusahaan sekelas IBM atau Lufthanza pun pernah hampir bangkrut. Kerugian finansial juga terjadi pada PT INTI. Perusahaan ”plat merah” yang bermarkas di Bandung ini, diberitakan masih ” berdarah-darah”, merugi Rp 10 Milyard walau omzetnya telah menembus angka Rp 1 Triliun. Dengan pelanggan utama "THE BIG FOUR", ditambah pengalaman 35 tahun di dunia telekomunikasi, serta besarnya nilai belanja telekomunikasi di Indonesia, seharusnya INTI mampu mencetak laba. Apa yang sebaiknya INTI perbuat agar bisa “survive” ? Bagaimana kalau hal yang sama terjadi pada perusahaan anda ? Tentunya tak semudah membalikan telapak tangan untuk keluar dari kesulitan keuangan. Namun kita bisa belajar dari perusahaan-perusahaan yang berhasil keluar dari “lubang jarum “ ini.

 
Meracik Kesuksesan

Sejak krisis ekonomi terjadi banyak perusahaan yang sudah mengetatkan ikat pinggang, beberapa diantaranya mulai kembang kempis Di sisi lain ada perusahaan yang justru mencatat kenaikan pertumbuhan yang signifikan. Mengapa hal ini dapat terjadi ?

 
A Solution to Survive during Economic Crisis
Companies profit more when their managers feel empowered to succeed. Both entities will get more benefits when Manager-Intrapreneurs run their careers like a business but still within the company.

The financial crisis stemming from the subprime lending debacle in the United States has spread globally.

 
Strategi Tetap "Sehat" di Perusahaan yang "Sakit"

Bagaimana perasaan anda jika bertemu teman akrab yang lama tak berjumpa ? Tentunya ada rasa kangen. Alih-alih ingin berbagi cerita saat betemu dengan teman lama, saya terkaget- kaget melihat penampilan fisiknya yang berubah. Bayangkan, dengan rambut semakin memutih, ditambah dengan kacamata yang bertengger di batang hidung, makin lengkaplah sosok ketuaannya. Mengapa hal ini terjadi ? Ternyata menurut pengakuannya : ”Beginilah nasib bekerja di perusahaan yang sakit”.

 
Menimbang Manfaat Corporate University di saat krisis ini
Pernahkah anda mendengar istilah Corporate University (CU) ? Seperti yang diberitakan oleh media masa, baru-baru ini Allianz telah meresmikan Allianz Indonesia - Corporate University (AICU) di Jakarta. Istilah ini menjadi trend bisnis baru dan fenomena global bagi para pebisnis yang sadar akan pentingnya kualitas sumber daya dimana Human Capital sudah menjadi Human Energy.

 

 
Strategi Pencitraan Diri Bagi Eksekutif dengan Blue Ocean Strategy

Mengapa perusahaan-perusahaan Fortune 500 banyak yang menyewa konsultan brand untuk membangun, memelihara dan memonitor brand image mereka? Karena brand dapat menunjukan reputasi, kualitas, kepercayaan masyarakat kepada perusahaan. We are branded, branded, and branded. Kita dikelilingi oleh merek dan persepsi. Persepsi positif suatu perusahaan juga dapat direfleksikan lewat para eksekutif, manager, bahkan sampai ke karyawan level terbawah. Hal ini juga didukung oleh survei yang dilakukan Hill & Knowlton  yang menyimpulkan bahwa reputasi perusahaan sangat erat kaitannya dengan citra publik terhadap para eksekutifnya.

 
Balanced Scorecard

Langkah mudah menjalankan Balanced Scorecard.

Memimpin sebuah perusahaan dapat diibaratkan seperti mengikuti lomba reli mobil Paris – Dakkar. Pengendara memacu mobilnya  dengan kecepatan tinggi, agar dapat memimpin dan menyalip mobil lainnya ( jika ketinggalan ), namun juga harus mengerti kondisi mobilnya agar bisa sampai ke  tujuan.  Karenanya diperlukan meteran / instrument  yang pas,  agar si supir bisa memantau kondisi mobilnya. Kalau lagi kepingin ngebut, namun tiba-tiba bensin habis [ karena nggak ada meteran tangki bensin ], khan bisa kacau. Mobil langsung mogok, dan sialnya bisa-bisa tidak pernah sampai ke tujuan.

 

Poll

Sebagai pebisnis Indonesia, cara menghadapi produk China di era Free Trade Agreement adalah dengan strategi ... :
 

Artikel